Entri Populer

Senin, 09 Februari 2009

PUISI, nggak berarti untuk Sahabatku



Kujadikan nyawa ini jadi milikmu, karna jiwamu kini jadi nafasku

Kusempurnakan hidupku dengan kehadiranmu

Kulengkapi hatiku dengan dengan engkau hadir mengisi hariku

Berkenankah engkau duduk bersamaku, merajut kebahagiaan dan menyempurnakan imanku

Surabaya, 04 Feb 2009

14:42

Batas itu seperti tiada, diantara benci dan cinta

Batas itu sangat maya, serupa garis dalam gulita

Batas itu hilang, didalam malam tak berbintang

Batas ituu …aku tak tahu,

Sebagaimana kebodohan dalam diriku,

Karna terlambat mengenalmu…

Surabaya, 04 Feb 2009

14:36

Ketika pergi, kemana hendak kucari

Ketika tak bersua, kemana jiwa harus kelana

Tidakkah puan rindu mendamba

Menahan belengku kasih tak terkira

Surabaya, 12 Des 2008

09:55

Diam…….

Dan biarkan semua remuk redam…

Karna bicara adalah kudeta.

(untuk sahabatku yang selalu pasrah dengan hidupnya)

Surabaya, 16 Sept 2008

17:33

Ada cinta..

Walau entah kemana.?

Ada rindu..

Walau kepada siapa aku tak tahu.?

Ada apa lagi yaa.??

Ada-ada saja….



Bening cinta ditetes air mata

Dengar mesra yang tak berkata

Getar jiwa rindu memaksa

Ketika kasih jauh tak bersua

Ada teriak kangen datang mendera

Pada jiwa rapuh tiada berdaya



Ada cinta di sudut luka

Ada tawa dalam duka

Tapi jiwa yakin, semua kecewa tak kan lama

Karna rindu dan cinta akan hapuskan semua lara

Cinta sejati hanya milik orang yang punya harapan, walau ia telah dikecewakan.

Milik mereka yang tetap mempercayai, walau ia telah dikhianati.

Juga mereka yang tetap mencintai, walau ia pernah disakiti.

Dan cinta adalah milik mereka yang punya keberanian untuk selalu membangun kepercayaan, walaupun pernah terkoyakkan.



Gerimis ini…

Membawa tangis…

Ada gadis, hati teriris

Membawa lara dalam duka

Dalam isak kelu

Tetes mata sendu

Gerimis itu…

Telah jadikan sekeping kalbu beku



Kadang mulut harus diam

Sehening langkah semut hitam di atas pualam

Dibuai angina malam

Dalam suasana hati semakin kelamm..

Kalau tawa telah tiada

Kalau hati telah terluka

Kalau senyum telah berlalu

Kalau bibir terasa beku

Kalau lidah terasa kelu

Masihkah ada maaf intukku ..?



Kalau yang terbaik itu ada

Dan harap itu tak sirna

Kan segera kujemput cahya

Di sudut mata itu, kutemukan nyala cinta

Saat tiba, kuingin ada jiwa yang terbuka dalam bibir tergerai tawa



Ketika malam gelap merayap

Hembus angina dingin mendekap

Cahya mata redup sulit terlelap



Kasih..

Akankah ia hadir atau lupakan cinta yang tlah menjerat..?

Mungkin ada yang terluka, tapi ku kan tetap cinta

Mungkin ada yang benci, tapi ku kan tetap sayangi

Mungkin ada yang salah, tapi ku takkan pernah menyerah

Karna ada hati yang tak pernah henti untuk menanti



Sebelum semua terlambat

Ketika hati tlah tertambat

Gulir waktu tlah terlewat

Jangan simpan rindu yang tersirat

Ungkapkan walau terasa berat



Telah banyak jalan terlewati

Telah banyak hal terlampaui

Telah banyak masalah dihadapi

Mungkin hati sering tersakiti

Akankah semua ini akan hentikan mimpi-mimpi..?



Walau cahaya semakin redup

Walau nyala tak lagi hidup

Kan selalu ada terang menjemput

Kan selalu ada harap bertangkup

Cita dan cinta adalah jiwa

Tanpanya tak akan ada dunia

Sabtu, 01 November 2008

MASAKAN BUNDA...

Pada malam itu, Ana bertengkar dengan ibunya. Karena sangat marah, Ana segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Saat berjalan di suatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tdk membawa uang.

Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia mencium harumnya aroma masakan. Ia ingin sekali memesan
semangkuk bakmi, tetapi ia tdk mempunyai uang.

Pemilik kedai melihat Ana berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata “Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakmi?” ” Ya, tetapi, aku tdk membawa uang” jawab Ana dengan malu-malu
“Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu” jawab si pemilik kedai. “Silahkan duduk, aku akan memasakkan bakmi untukmu”.

Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk bakmi. Ana segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang. “Ada apa nona?”
Tanya si pemilik kedai.
“tidak apa-apa” aku hanya terharu jawab Ana sambil mengeringkan air matanya.

“Bahkan, seorang yang baru kukenal pun memberi aku semangkuk bakmi !, tetapi,? ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi ke rumah”
“Kau, seorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri” katanya kepada pemilik kedai.

Pemilik kedai itu setelah mendengar perkataan Ana, menarik nafas panjang dan berkata “Nona mengapa kau berpikir seperti itu? Renungkanlah hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi dan kau begitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi dan nasi untukmu saat kau kecil sampai saat ini, mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya? Dan kau malah bertengkar dengannya”

Ana, terhenyak mendengar hal tsb. “Mengapa aku tdk berpikir ttg hal tsb? Utk semangkuk bakmi dr org yg baru kukenal, aku begitu
berterima kasih, tetapi kepada ibuku yg memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya. Dan hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar dengannya.

Ana, segera menghabiskan bakminya, lalu ia menguatkan dirinya untuk segera pulang ke rumahnya. Saat berjalan ke rumah, ia memikirkan kata-kata yg hrs diucapkan kpd ibunya. Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia melihat ibunya dengan wajah letih dan cemas. Ketika bertemu dengan Ana, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah “Ana kau sudah pulang, cepat masuklah, aku
telah menyiapkan makan malam dan makanlah dahulu sebelum kau tidur, makanan akan menjadi dingin jika kau tdk memakannya sekarang”. Pada saat itu Ana tdk dapat menahan tangisnya dan ia menangis dihadapan ibunya.

Sekali waktu, kita mungkin akan sangat berterima kasih kpd org lain disekitar kita untuk suatu pertolongan kecil yang diberikan
kepada kita. Tetapi kpd org yang sangat dekat dengan kita (keluarga) khususnya orang tua kita, kita harus ingat bahwa kita berterima kasih kepada mereka seumur hidup Kita.

RENUNGAN:

BAGAIMANAPUN KITA TIDAK BOLEH MELUPAKAN JASA ORANG TUA KITA.
SERINGKALI KITA MENGANGGAP PENGORBANAN MEREKA MERUPAKAN SUATU PROSES
ALAMI YANG BIASA SAJA; TETAPI KASIH DAN KEPEDULIAN ORANG TUA KITA ADALAH
HADIAH PALING BERHARGA YANG DIBERIKAN KEPADA KITA SEJAK KITA LAHIR.
PIKIRKANLAH HAL ITU??
APAKAH KITA MAU MENGHARGAI PENGORBANAN TANPA SYARAT DARI ORANG TUA KITA?

HAI ANAK-ANAK, TAATILAH ORANG TUAMU DALAM SEGALA HAL, KARENA ITULAH YANG INDAH DIDALAM TUHAN.


Donald Trumph, TIDAK TAHU SEGALANYA

Sungguh aneh, saya banyak melihat orang yang sudah merasa tahu segalanya. Tidak mau mendengar orang lain, tidak mau mencoba yang baru, tidak terbuka dengan pikiran atau gagasan baru. Orang seperti ini merasa apa yang ada dalam pikiran sudah lengkap dan tidak perlu ditambah. Saat diberitahu oleh seseorang dia akan membantahnya dan mengatakan “Ah, itu kan cuma…..” Apakah Anda seperti itu? Bagaimana dengan milyuner Donald Trump?

Alhamdulillah, karena Anda terus membaca, berarti Anda bukanlah orang yang merasa serba tahu. Selamat Anda memiliki pikiran terbuka untuk membaca artikel ini. Pikiran seperti inilah yang akan membuat Anda menjadi lebih sukses, seperti yang dikatakan dalam salah satu bukunya:

Selalu tetap terbuka terhadap gagasan-gagasan, informasi, dan kesempatan baru. Jangan tutup pikiran Anda terhadap hal-hal baru, mengira bahwa Anda telah mengetahui apa yang perlu Anda ketahui.

Hal ini sangat berkaitan dengan berpikir positif. Orang yang memiliki pikiran positif, akan selalu terbuka dibanding orang yang memiliki pikiran negatif. Orang yang pesimis merasa dia sudah tahu segalanya, sehingga saat dia menghadapi kesulitan, dia merasa tidak ada lagi yang bisa dilakukan. Sementara orang yang berpikiran positif, saat dia menghadapi kesulitan, dia tahu bahwa dia belum mengetahui cara mengatasi kesulitan tersebut. Dia akan berusaha untuk mencari tahu caranya.

Sekali lagi, Donald Trump menekankan akan pentingnya berpikir positif.

Sangat penting sekali untuk berpikir positif. Pemikiran negatif khususnya tentang diri Anda sendiri dan tentang prospek kesuksesan Anda, akan membunuh fokus Anda dan menghancurkan kesempatan apa pun yang Anda miliki untuk sukses.

Kata siapa yang penting bertindak? Anda tidak akan bertindak dengan benar tanpa diawali oleh pikiran positif terlebih dahulu. Bukankah dalam kehidupan Anda, bisa dilihat bahwa banyak orang yang bertindak dan bekerja tetapi jauh dari sukses? Bertindak memang sangat penting, tetapi tindakan seperti apa? Tindakan yang benarlah yang akan membawa Anda kepada keberhasilan.

Donald Trump bisa berhasil bukan karena beruntung dilahirkan dari keluarga kaya. Dia pernah jatuh pada tahun 90-an, dia bukan hanya kehilangan banyak uang tetapi menyisakan utang milyaran dolar Amerika. Namun dia bisa bangkit karena kekuatan berpikir positif. Saat media memberitakan semua kebangkrutan dan kehancuran para pebisnis properti, Donald Trump tetap bisa bertahan dan kembali sukses seperti saat ini. Ini yang dikatakannya:

Saya tetap bersikap positif (sikap positif adalah hasil dari pikiran positif - pen) dan saya berkeliling kota berbicara dengan orang-orang dan meyakinkan mereka untuk bersikap positif - para bankir, pejabat kota, arsitek, dan kontraktor. Saya memberi mereka harapan bahwa segalanya akan pulih kembali. Sebagai seorang pengembang, itu adalah tugas saya.

Saya benar-benar percaya dalam kekuatan berpikir positif.

Apakah Anda sudah berpikir positif?

[Buku Donald Trump yang dimaksud: Think BIG and Kick Ass in Business and Life by Donald J. Trump and Bill Zanker]

TETAP BERUSAHA

Dalam perjalanan ke luar kota, seorang ustadz meminta supirnya untuk mencuci mobil di suatu tempat peristirahatan. Dengan enteng supirnya menjawab,

“Tidak usah ustadz, nanti juga kotor lagi.”

Sang Ustadz tidak menjawab, dia hanya tersenyum menanggapi jawaban supirnya. Namun, ternyata ada sebuah rencana besar yang memberikan hikmah baik kepada si supir maupun kepada kita.

Sampai pada waktu makan, Ustadz dan rombongannya masuk ke sebuah rumah makan, tidak terkecuali supir. Ustadz ini memang tidak membeda-bedakan orang, dia selalu memperlakukan supirnya dengan baik, dengan cara makan dan tidur di tempat yang sama atau setara dengannya.

Saat si supir akan mengambil nasi, piringnya di ambil oleh ustadz. Supir pun kaget.

“Mengapa ustadz? Saya tidak boleh makan?” tanya supir keheranan.

“Betul, kamu tidak usah makan.” kata ustadz dengan tenangnya.

“Mengapa ustadz? Saya kan lapar juga.” katanya bertanya-tanya.

“Tidak usah makan, nanti juga lapar lagi!” kata ustadz.

Si supir tertegun. Kemudian dia sadar. Sambil tertawa dia berkata,

“OK dech, setelah makan nanti saya cuci mobilnya.”

Ini adalah cerita nyata yang disampaikan ustadz itu sendiri belasan tahun yang lalu. Sebuah cerita yang penuh hikmah. Semoga cerita ini memberikan jawaban kepada orang yang mengeluh karena setelah mengikuti pelatihan motivasi, motivasinya turun lagi. Katanya, buat apa ikut pelatihan motivasi karena tidak bertahan lama.

Setelah kita menge-charge handphone kita, nanti banterenya akan habis lagi. Apakah menjadi alasan kita tidak menge-charge HP kita? Setelah tidur kita ngantuk lagi, apakah kita tidak perlu tidur? Setelah mandi kita akan kotor lagi, apakah kita tidak perlu mandi? Bahkan dalam masalah keimanan ada istilah futur, apakah kita tidak usah mempertebal iman kita?

Begitu juga, apakah kita tidak perlu mencari nafkah karena uang kita akan habis lagi? Sahabat, habis dan berkurang adalah suatu realita, justru itulah kita perlu mengisi dan mengisi lagi. Kotor adalah suat realita, oleh karena itu kita perlu membersihkannya secara terus menerus. Begitu juga motivasi itu akan turun atau berkurang, oleh karena itu kita perlu menyegarkan motivasi kita lagi.

Ikuti pelatihan atau seminar motivasi setidaknya 2 kali dalam setahun. Bacalah buku atau ebook motivasi setidaknya 1 buku/ebook per bulan. Kemudian Anda bisa bisa melakukan aktivitas harian yaitu mensyukuri nikmat, merenungkan hikmah, membaca artikel, dan berkumpul dengan orang-orang positif.

Semua cara ini bisa efektif jika kita sudah membuka belenggu yang ada di dalam pikiran kita. Menghilangkan luka emosi dan menerapkan sistem manajemen diri. Semuanya sudah dijelaskan dengan lengkap pada ebook Motivasi Diri: Melaju Kencang Menuju Impian.


Rabu, 22 Oktober 2008

Enaknya DiMADU, sebuah Kisah Pak Amri


Kisah ini diambil dari kisah Pak Amri di Bandung. Thanks Pak Amri... :


Pada tanggal 1 September 2008, seperti biasa agar puasa tetap fit kami beli madu, disalah satu sahabat kami yang bernama Pak. Gofar. Beliau, adalah sahabat lama sejak tahun 1994, ketika beliau masih kuliah. Ada kenangan yang sangat menarik dari sahabat saya ini adalah ketika mau bimbingan skripsi di salah satu perguruan tinggi terkenal di Bandung, beliau berangkat naik bus kota.
Kelebihan dari temen saya ini adalah mudah tidur, maka ketika mau berangkat bimbingan ke salah satu dosen, beliau juga naik bus kota. Kejadian yang sangat menarik adalah beliau tertidur dan busnya itu sudah kembali ke pemberangkatan awal. Dan, yang lebih mengejutkan lagi adalah semua data skripsinya hilang. Lumayan kalang kabut, sebab harus mengetik ulang kembali. Sekarang, sahabat saya ini sudah selesai S-2 dan hobi mudah tidurnya juga masih berjalan dengan sempurna.

Kembali kemasalah dimadu itu, keren habis. Ketika saya datang ke tokonya, sudah menunggu lama, namun tetep saja tidak ada orang. Akhirnya kami putuskan untuk pulang, sebab ada beberapa aktivitas yang harus diselesaikan. Karena anak-anak, tetep menginginkan madu, maka kami datang ke toko swalayan. Ketika mau masuk, ada seorang wanita dengan wajah pucat, mungkin sakit, beliau membawa madu ke kasir. Saya kira mau beli, rupanya mau mengembalikan madu. Beliau mengembalikan madu, sebab ditulisan luar ”Madu Pahit”, namun setelah dicoba, rasanya manis.
Madu itu dikembalikan, sebab wanita ini mengalami sakit gula berat, sehingga tidak diperbolehkan makan madu manis. Pengembalian madu ada kendala, sebab struk pembelian tidak ada dan pihak swalayan itu, juga berkeinginan membantu, tapi kalau struk tidak ada agak kesulitan untuk menerima pengembalian madu. Akhirnya, pihak swalayan, karena struk tidak ada, tetep membantu dengan cara mencari data transaksi di komputer kasir. Banyangkan kawan ..... mencari transaksi ribuan pembeli di komputer kasir, sangat memakan waktu dan tetap belum ketemu.
Melihat kejadian itu, akhirnya saya mendekati kasir dan juga pembeli yang mau membatalkan. Agar mempermudah penyelesaian, akhirnya madu kami beli sesuai dengan harga di bandrol kotak madu, yaitu seratus lima puluh ribu rupiah. Sebenarnya, kami tidak perlu amat dengan madu sebanyak itu, sebab terlalu banyak dan dana sebenarnya untuk keperluan lain yang juga sangat penting.
Setelah transaksi selesai, orang yang mengembalikan madu sudah pulang dengan gembira, kasir melanjutkan aktivitas lain dan saya masuk swalayan dengan gembira, sebab diberi kesempatan menyelesaikan masalah sederhana, unik, tapi penting. Setelah belanja beberapa barang pesanan anak-anak, ketika kami mau membayar, pihak kasir memberi tahu bahwa struk pembelian madu dari wanita yang mengembalikan tadi, dikomputer sudah ketemu. Kemudian pihak kasir, menawarkan bahwa saya bisa membatalkan pembelian madu tadi. Karena, saya juga tidak terlalu perlu madu sebanyak itu, akhirnya tawaran itu diterima. Namun, saya tetep beli madu yang lebih kecil dengan harga tiga puluh ribu rupiah dan ditambah beberapa barang pesanan anak-anak.
Setelah belanja selesai, kami langsung pulang, sebab harus melayani aktivitas on line. Sepuluh menit setelah masuk rumah, ada suara seseorang sedang mengucapkan salam. Kemudian beliau masuk sambil mengatakan ”Pelayanan sempurna madu, diantar langsung kerumah”. Rupanya beliau adalah penjual madu yang bernama Pak. Gofar, sahabat lama saya yang pernah mau bimbingan skripsi, tertidur pulas di bus, sampai kembali ke awal dan data skripsinya hilang, beliau sekarang sudah lulus S-2 itu.
Rupanya, ketika saya ke tokonya mau beli madu, beliau sedang mengantar istrinya keluar sebentar dan tokonya tidak ada yang jaga dan juga tidak ditutup secara keseluruhan. Beliau datang kerumah, sebab ada tetangga yang memberi tahu bahwa saya tadi kerumah untuk membeli madu. Pak. Gofar sambil senyum gembira mengatakan:”Pelayanan lima botol madu, diantar sampai rumah”. Rupanya beliau sudah hafal kebiasaan saya yaitu beli madu lima botol kecil-kecil. Memang saya lebih senang beli madu botol kecil-kecil, sebab kalau ada temen yang perlu mudah memberinya. Disamping itu, kalau botol kecil, misalnya tidak habis, kalau kemasukkan semut, tidak merusak madu yang lain. Beda kalau, beli botol besar atau kaleng besar, sekali kemasukkan semut, penyelamatannya agak susah.
Ketika sahabat Gofar ini pulang, kami beri hadiah berupa kurma dua bungkus. Beliau senang sekali, sambil mengatakan:”Wah ... kalau dua bungkus ini, nanti saya berikan setiap butir kurma untuk orang-orang yang mau berbuka, banyak sekali pahala saya”.
Sahabat....

Hidup ini memang lucu penuh hikmah, seperti kisah sederhana tadi. Pertama, saya perlu madu, pak. Gofar tidak ada; Kedua, pergi ke swalayan ketemu wanita dengan wajah pucat karena sakit gula berat, sedang kesulitan mengembalikan madu sebab struk pembelian tidak ada, dan pihak swalayan juga kesulitan mencari ribuan transaksi hari itu; Ketiga, karena kesulitan, akhirnya madu saya beli, eh .... setelah dibeli dan saya belanja yang lain, pihak kasir menginformasikan bahwa struk sudah ketemu; Keempat, pihak kasir menawarkan pembatalan pembelian madu, akhirnya saya batalkan dan saya membeli madu yang lebih kecil, ditambah belanja lainnya; Kelima, pulang kerumah, beberapa menit berikutnya Pak. Gofar mengantar lima botol madu; Keenam, akhirnya kami ngobrol dengan pak Gofar sambil tertawa mengenang skripsinya hilang di bus kota, sebab pak Gofar tertidur samai busnya sudah kembali ketempat semula. Ketujuh, Pak. Gofar pulang bawa kurma dengan wajah ceria dan saya mendapatkan lima botol madu ukuran kecil dengan gembira pula.
Begitulah salah satu cara Tuhan membuat kejadian lucu, unik dan penuh hikmah. Berani mengahadapi tantangan dimadu itu keren? Sebab kesempatan saling membantu itu, datang dan perginya sangat tiba-tiba dan cepat, serta tidak saling merugikan. Bagaimana pendapat sahabat ????

HUJAN


Manajemen Hujan
Hujan yang turun saat ini dirasakan dilematis bagi sebagian orang, betapa tidak, bagi warga perkotaan yang notabene sudah tidak mempunyai daerah serapan air dan pepohonan, turunnya hujan menjadi sumber bencana. Bencana banjir yang sudah akrab mereka alami dari waktu ke waktu menjadikan satu paket tambahan dengan hingar bingarnya kota besar, namun bagi kaum petani yang hidup di pedesaan, turunnya hujan merupakan berkah yang tiada terkira, karena tanaman mereka akan tumbuh dengan semestinya.
Seperti apakah manajemen hujan?

Air yang berada di atas permukaan bumi dibantu oleh sinar matahari akan menguap membentuk awan, awan yang terdiri dari butiran-butiran air ini ditiupkan oleh angin ke tempat yang lebih dingin. Lalu terjadi beberapa proses yang menyebabkan butiran-butiran air ini turun membasahi permukaan bumi yang biasa kita sebut hujan. Betapa sederhananya manajemen hujan.
Terjadinya hujan merupakan satu kesatuan antara satu proses dengan proses lainnya. Jadi jika salah satu prosesnya tidak berlangsung dengan semestinya, maka akan terjadi bencana alam seperti banjir atau longsor. Misalnya hutan yang notabene sebagai penyerap dan penyimpan air ditebang tanpa diperhatikan keseimbangan alamnya. Wilayah perkotaan yang sebagian permukaan tanahnya sudah ditutupi oleh perumahan, menyebabkan air tidak bisa langsung diserap oleh bumi.
Sederhana namun kaya akan makna, itulah yang tersirat dalam benak saya dalam menyelami proses hujan. Melalui hujan kita diajarkan saling gotong-royong, saling menghargai, saling menghormati dan berkomitmen untuk mencapai sebuah tujuan bersama. Organisasi, partai politik atau sejenisnya akan hancur porak-poranda jika anggota di dalamnya tidak mempunyai komitmen yang jelas untuk mencapai sebuah visi yang tercantum dalam ADART. Organisasi mempermudah anggotanya untuk mencapai tujuan bersama dengan lebih mudah
Hujan adalah sebuah anugrah dari Allah SWT. Karenanya pekerjaan kita menjadi mudah, kita tidak usah mengangkut air ratusan kilometer jauhnya untuk menyirami pepohonan di pegunungan.
Bagi pemimpin sebuah kelompok, organisasi atau apapun namanya, bisa belajar tentang komitmen, gotong royong, saling menghargai dan menghormati dari hujan.

Kamis, 16 Oktober 2008

Kata Mutiara seorang teman

Air mata mengalir dikala gembira, Nikmatnya adalah kebahagiaan.
Airmata yang mengalir dikala kecewa ada Hikmahnya, yaitu keinsafan.
Tapi kita akan mendapat Nikmat dan Hikmah, jika airmata itu mengalir saat kita beribadah setelah bertaubat.

Ketika kita menebarkan kebaikan kepada orang yang lemah dan miskin, meskipun kita sendiri tidaklah seberuntung seperti yang kita harapkan, itu adalah tanda dari kemurahan dan kebaikan hati yang sesungguhnya.
Karena jika kita memberi dan berbaik hati hanya ketika kita dalam situasi yang beruntung atau ketika kita kaya dan nyaman, itu bukanlah sesuatu yang mengherankan.
Tetapi ketika kita memberi dalam situasi yang sangat rendah hati atau bahkan di tengah kesulitan kita sendiri, maka Tuhan benar-benar tahu bahwa kita adalah hambanya yang terkasih.