inspirasi datang sebagaimana angin, dia mungkin tidak nampak, tapi dia mampu menggerakkan.
Entri Populer
-
Logam secara umum terbagi menjadi dua, yaitu logam besi (ferrous) dan logam non-besi (non-ferrous). Logam besi diklasifikasikan menjadi dua,...
-
Aluminium banyak dipergunakan karena mempunyai berbagai keunggulan dibandingkan dengan logam lainnya, antara lain: 1 Ringan (massa jenisnya ...
Sabtu, 18 Agustus 2012
BAHAN LOGAM
1.1. Pendahuluan
Secara umum logam bisa dibedakan atas dua yaitu : logam-logam besi (ferous) dan logam-logam bukan besi (non feorus). Sesuai dengan namanya logam-logam besi adalah logam atau paduan yang mengandung besi sebagai unsur utamanya, sedangkan logam-logam bukan besi adalah logam yang tidak atau sedikit sekali mengandung besi.
Logam-logam besi terdiri atas :
- besi tuang (cast iron)
- baja karbon (carbon steel)
- baja paduan (alloy steel)
- baja spesial (specialty steel)
Keempat kelompok besi diatas terbagi lagi atas pengelompokan yang lebih kecil yang diperlihatkan pada tabel 1. Untuk logam bukan besi contohnya adalah logam dan paduan seperti : aluminium, tembaga, timah, emas, magnesium dsb.
Dalam penggunaannya pada bidang teknik diharuskan memilih bahan logam yang sesuai dengan keperluan aplikasi dalam hal kekuatan, kekerasan, kekuatan lelah, ketahan korosi dan sebagainya sehingga dalam pemakaiannya akan memberikan hasil yang paling optimal.
Sifat-sifat yang diperlukan di dalam aplikasi sangat dipengaruhi oleh struktur bahan tersebut, sedangkan struktur yang terbentuk dipengaruhi oleh komposisi kimia, teknik/proses pembuatan serta proses perlakuan panas yang diberikan kepada logam tersebut. Secara
skematik hubungan antara struktur, sifat mekanik dan kualitas yang diberikan logam diperlihatkan pada gambar 1.
Pada produk rekayasa, selain pengaruh faktor-faktor diatas, kualitasnya juga dipengaruhi oleh faktor desain (perencanaan) dan kondisi pengoperasian.
Pada dewasa ini penggunaan logam yang paling banyak masih didominasi oleh logam besi dan paduannya terutama di bidang permesinan. Logam aluminium dan paduannya juga mengalami penggunaan yang meningkat akhir-akir ini karena beberapa sifat-sifatnya yang disukai yang salah satunya adalah bobotnya yang ringan.
Tabel 1: Pembagian Paduan Besi dan Baja Menurut Komposisinya.
______________________________________________________________________
No. Paduan besi dan Baja Komposisi kimia (dalam %)
____________________________________________________________________
1. Besi tuang 2-4 %C, 1-3 %Si, 0,80 %Mn (maks)
0,10 %P (maks), 0,05% S (maks).
- Besi tuang kelabu Disamping terdapat perbedaan yang kecil
- Besi tuang putih dari segi komposisi, perbedaan sifat-sifat
- Besi tuang noduler besi tuang ditentukan oleh struktur mikro
karena proses pembuatan atau karena
proses perlakuan panas.
- Besi tuang paduan Unsur-unsur pemadu : Cr, Ni, Mo, Al atau
logam-logam lainnya.
2. Baja karbon :
- Baja karbon rendah 0,08-0,35 %C | 0,25-1,50 %Mn
- Baja karbon sedang 0,35-0,50 %C plus | 0,25-0,30 %Si
- Baja karbon tinggi 0,55-1,7 %C | 0,04 %P (maks)
| 0,05 %S (maks)
3. Baja paduan :
- Baja paduan rendah - Seperti pada baja karbon rendah +
unsur-unsur pemadu kurang dari 4 % seperti :
Cr, Ni, Mo, Cu, Al, Ti, V, Nb, B, W dll.
- Baja paduan medium - Seperti pada baja paduan rendah tetapi
jumlah unsur-unsur pemadu diatas 4%.
4. Baja Spesial :
- Baja stainless : a. Feritik (12-30 %Cr dan kadar karbon
rendah)
b. Martensitik (12-17 %Cr dan 0,1-1,0
% C)
c. Austenitik (17-25 %Cr dan 8-20% Ni)
d. Duplek (23-30 %Cr, 2,5-7 %Ni, plus
unsur Ti dan Mo)
e. Presipitasi (seperti pada austenitik, plus
elemen pemadu seperti : Cu, Ti, Al,
Mo, Nb atau N)
- Baja perkakas General purpose steels
Die steels
High speed steels (0,85-1,25 %C, 1,50-20
%W, 4-9,5 %Mo, 3-4,5 %Cr, 1-4 %V,
5-12 %Co)
____________________________________________________________________
- komposisi kimia
- teknik/proses pembuatan & pabrikasi
- proses perlakuan panas
Performans/mutu
Sifat Mekanik
Struktur mikro
Gambar 1: Faktor-faktor yang mempengaruhi hubungan antara struktur, sifat mekanis dan mutu/performans logam.
1.2. Teknologi Pengolahan Logam
Proses pengolahan logam secara garis besar diperlihatkan pada gambar 2. Dari gambar tersebut proses pengolahan logam dibagi atas 3 bagian pokok yaitu :
1. Industri hulu : industri yang mengolah bahan tambang berupa biji logam menjadi logam dasar melalui proses pemurnian dan proses reduksi/peleburan.
2. Industri antara : industri yang mengolah logam dasar baik yang berbentuk ingot primer atau masih berupa logam cair menjadi produk antara seperti billet, slab, bloom, rod atau ingot paduan untuk industri pengecoran.
3. Industri hilir : industri yang mengolah lebih lanjut produk industri antara menjadi produk setengah jadi dan selanjutnya melalui proses pabrikasi dan pengerjaan akhir menjadi produk jadi.
Proses pengolahan logam pada ke tiga industri tersebut diatas akan dijelaskan berikut ini, dengan penekanan pada pembuatan besi dan baja serta pembuatan aluminium.
1.2.1. Proses Pembuatan Besi dan Baja
Secara singkat proses pembuatan besi dan baja dapat dilihat pada gambar 3 dan 4. Uraian singkat mengenai tahapan proses pengolahan besi dan baja tersebut diuraikan dibawah ini.
Gambar 2. Diagram alir Proses Pengolahan Logam Dalam Industri.
Gambar 3. Aliran Proses/Pembuatan Besi & Baja Menurut Kelompok Industri.
Gambar 4. Proses Pembuatan Besi dan Baja, Mulai Dari Biji Besi Sampai Menjadi Produk Jadi Dengan Menggunakan Dapur Tinggi (Blast Furnace).
PROYEKSI GAMBAR
A. Pendahuluan
Ada dua cara yang dapat digunakan dalam menggambar proyeksi,
yaitu proyeksi sistem Eropa dan proyeksi sistem Amerika. Biasanya
proyeksi Eropa disebut dengan First Angle Projection, dan proyeksi
sistem Amerika disebut Third Angle Projection.
A.Proyeksi Sistem Eropa (First Angle Projection)
Untuk rnempermudah ingatan tentang proyeksi Eropa, kuncinya
adalah bahwa objek atau benda terletak di antara orang yang melihat
dengan bidang proyeksi. Untuk memproyeksikan suatu benda, benda
tersebut seolah-olah didorong menuju bidang proyeksi.
Gambar 1
Dalam peragaan menggunakan tiga bidang proyeksi, yaitu bidang
depan, atas, dan samping, benda diletakkan di antara bidang proyeksi
dan pengamat (Gambar 2). Artinya bidang proyeksi terletak di belakang
benda. Dari gambar tampak dengan jelas bahwa proyeksi untuk
pandangan atas terletak di bawah benda, dan proyeksi pandangan depan
terletak di belakang benda, dan proyeksi pandangan samping terletak di
sebelah kanan.
Gambar 2.
B Proyeksi Sistem Amerika (Third Angle Projection)
Dalam proyeksi ini benda berada di depan bidang proyeksi. Jadi,
bidang proyeksi ada di antara pengamat dengan benda. Untuk
memproyeksikan benda pada bidang proyeksi, benda seolah-olah
ditarik ke bidang proyeksi sehingga garis sinar proyeksi ditarik menuju
ke bidang proyeksi. Sebagai contoh Gambar 7 dan 8.
Gambar 7
Gambar 8
Gambar 9 Kode Proyeksi Sistem Amerika
Gambar 10 Penentuan Pandangan Sistem Amerika
Gambar di bawah ini merupakan contoh penerapan proyeksi
pada gambar-gambar detail. Gambar tersebut tidak menunjukkan
pada seluruh pandangan pada proyeksi Amerika, namun hanya
digambar pada pandangan-pandang yang di butuhkan saja atau
padangan-pandangan yang diyakini cukup lengkap memberikan
informasi bagi pembaca atau operator mesin. Gambar-gambar
bagian di bawah ini hanya menampilkan gambar pandangan depan
dan pandangan samping kanan saja karena kedua pandangan
tersebut di yakini sudah cukup mewakili hingga mampu memberikan
informasi kepada operator mesin untuk membuat benda-benda
tersebut.
GAMBAR TEKNIK MESIN
Macam -macam garis dalam gambar teknik :
(silahkan klik gambar untuk memperbesar)
contoh penggunaan garis dalam gambar
(silahkan klik gambar untuk memperbesar)
Kamis, 26 April 2012
Kelas : XI TEKNIKA : DAFTAR JAGA
1. Apa pengertian Daftar Jaga menurut anda.?
2. Jelaskan pembagian tugas jaga di kapal berdasar bagian awak kapal.?
3. Jelaskan pembagian tugas jaga di kapal berdasar operasional kapal.?
4. Jelaskan pembagian tugas jaga di kapal berdasar kegiatan kapal.?
5. Sebutkan empat kemampuan yang harus dimiliki saat jaga di kapal.?
6. Sebutkan empat hal teknis yang harus dimiliki saat jaga di kapal.?
7. Jelaskan hal apa saja yang harus diperhatikan dalam jaga di kapal.?
8. Sebutkan kondisi darurat yang dapat terjadi di kapal.?
9. Berapa lama waktu istirahat yang disarankan.?
10. Apa yang harus dilakukan ketika kondisi darurat terjadi.?
PERBAIKAN DAN PERAWATAN MESIN : KELAS XI TEKNIKA
1. Pada mesin dengan sistem start udara, ketika mesin tidak dapat di start apa yang harus dilakukan.?
2. Kemungkinan apa saja yang dapat terjadi ketika mesin dapat di start, tetapi tiba-tiba mati.?
3. Mengapa minyak pelumas harus diganti secara berkala.? Apa fungsi minyak pelumas
4. Apa saja yang perlu di cek sebelum men-start motor bantu.?
5. Mengapa cooler harus rutin dibersihkan.?
6. Perawatan berkala secara umum dikelompokkan menjadi dua, sebutkan …
7. Garis besar perawatan pada reparasi ringan adalah…
8. Jelaskan kondisi-kondisi yang memungkinkan terjadinya reparasi berat…
9. Sebutkan tiga pekerjaan dalam reparasi berat…
10. Sebutkan bagian-bagian penting mesin yang diperiksa dalam reparasi besar…
---jawaban nomor harus urut, tidak boleh dibolak-balik---
UAS X TEKNIKA - ILMU BAHAN
1. Unsur kimia yang mempunyai sifat kuat, liat, keras, dan mampu menghantarkan listrik maupun panas yang baik adalah…
a. Bahan bakar
b. Bahan logam
c. Bahan isolator
d. Bahan non logam
2. Sifat-sifat yang diinginkan dalam proses perlakuan panas, kecuali…
a. Melunakkan
b. Mengurangkan tegangan
c. Meningkatkan kekuatan
d. Memberi hiasan
3. Jenis-jenis Annealing adalah, kecuali…
a. Soft annealing
b. Full annealing
c. Homogenasi
d. normalizing
4. Secara umum perlakuan panas digolongkan…
a. Tempering
b. Annealing
c. Hardening
d. Listening
5. Contoh dari bahan logam adalah…
a. Kayu
b. Karet
c. Baja
d. plastik
6. logam paduan antara besi dan karbon disebut…
a. bahan sumbat
b. logam ferro
c. logam non ferro
d. bahan isolator
7. Contoh dari bahan non logam adalah…
a. Besi
b. Alumunium
c. Tembaga
d. Karet
8. Contoh dari bahan logam ferro adalah…
a. Baja
b. Alumunium
c. Karet
d. Emas
9. Contoh dari bahan logam non ferro adalah…
a. Besi
b. Alumunium
c. Karet
d. Baja
10. Contoh dari bahan isolator, kecuali…
a. Asbes
b. Karet
c. Plastic
d. Plat
11. Contoh dari bahan sumbat / packing, kecuali…
a. Kertas
b. Fiber
c. Gabus
d. Kapas
12. Termasuk dari proses perlakuan panas adalah…
a. Tempering
b. Annealing
c. Hardening
d. Listening
13. Contoh dari bahan pendingin pada perlakuan panas adalah…
a. Air
b. Minyak
c. Udara
d. Benar semua
14. Sifat –sifat dari bahan, kecuali…
a. keras
b. lentur
c. mudah dibentuk
d. murah
15. Baja dikelompokkan menjadi tiga, kecuali…
a. Baja karbon rendah
b. Baja karbon medium
c. Baja karbon bekas
d. Baja karbon tinggi
16. Bahan sumbat untuk bagian yang tidak bergerak dinamakan…
a. Bahan sumbat dinamis
b. Bahan sumbat statis
c. Bahan sumbat apatis
d. Bahan sumbat reformis
17. Untuk mendapat sifat pendinginan cepat dan teratur, mampu mengikat zat arang sehingga bahan semakin keras, pendinginan yang dipakai adalah…
a. Minyak
b. Air
c. Udara
d. Air garam
18. Untuk mendapat sifat pendinginan cepat dan bahan semakin keras, pendinginan yang dipakai adalah…
e. Minyak
f. Air
g. Udara
h. Air garam
19. Contoh dari bahan sumbat statis, kecuali…
a. Kertas
b. Fiber
c. Gabus
d. Plastik
20. Contoh dari bahan sumbat dinamis adalah…
a. Kulit
b. Karet
c. Asbes
d. Benar semua
ISIAN
21. Gambarkan Dapur Tinggi dalam pengolahan besi.?
22. Sebutkan apa saja yang dihasilkan dari proses dapur tinggi ?
23. Jelaskan apa yang dimaksud bahan Sumbat / Packing?
24. Apa pengertian Perlakuan Panas.?
25. Sebutkan empat bahan pendinginan pada proses perlakuan panas.?
---jawaban isian harus urut, tidak boleh dibolak-balik---
Rabu, 25 April 2012
soal ujian negara ATT 3 (Permesinan Bantu): Permesinan Bantu 2
soal ujian negara ATT 3 (Permesinan Bantu): Permesinan Bantu 2: 1. Tulis dan jelaskan 3 jenis pompa yang termasuk dalam golongan pompa displacement? 2. Tuliskan syarat – syarat yang harus dipe...
Langganan:
Postingan (Atom)

